KARYA
TULIS ILMIAH
Objek
Wisata di Kota Garut
Dibuat Guna Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Kelas IX Semester 1

Disusun oleh:
Dela Apriyanti
Kelas: IX-A
SMP
NEGERI 1 TAROGONG KIDUL
TAHUN
PELAJARAN 2014/2015
Kata
Pengantar
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, karena dengan
pertolongan-Nya penulis dapat
menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Tak lupa salam serta sholawat tetap
tercurahkan kepada Nabi besar kita Nabi Muhammad SAW. Meskipun banyak rintangan
dan hambatan yang penulis hadapi dalam proses pengerjaannya, tapi pada akhirnya
penulis berhasil menyelesaikannya dengan baik walau tidak dapat dipungkiri
bahwa masih terdapat banyak kesalahan dalam karya tulis ini.
Karya tulis ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata
pelajaran Bahasa Indonesia. Sehubungan dengan tersusunnya karya tulis ini,
penulis mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak
langsung telah membantu penulis dalam proses pengerjaan karya tulis ini.
Penulis berharap bahwa karya tulis ini bisa bermanfaat,
bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya. Penulis menyadari bahwa karya
tulis ini masih memiliki kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu, kritik dan
saran para pembaca akan penulis terima dengan senang hati demi penyempurnaan
karya tulis ini di masa yang akan datang.
Garut, 28
November 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman Judul ………………………………………………………………………………… 1
Kata Pengantar …………………………………………………………………...…………… 2
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………….. 3
Bab
I : Pendahuluan
Latar belakang …………………………………………………………………………………. 4
Rumusan masalah ……………………………………………………………………………… 4
Tujuan ………………………………………………………………………………………….. 4
Metode …………………………………………………………………………………………. 4
Kegunaan penulisan ……………………………………………………………………………. 5
Sistematika penulisan …………………………………………………………………………..
5
Bab
II : Pembahasan
Pantai Taman Manalusu ………………………………………………………………………. 6
Curug Citiis …………………………………………………………………………………… 7
Curug Cihanyawar ……………………………………………………………………………. 8
Taman Satwa Cikembulan ……………………………………………………………………. 9
Bab
III : Penutup
Kesimpulan …………………………………………………………………………………… 10
Saran ………………………………………………………………………………………….. 10
Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………… 11
BAB
I
Pendahuluan
·
Latar Belakang Masalah
Kabupaten Garut merupakan daerah yang memiliki ragam
objek wisata yang sangat menarik. Namun pemerintah sebagai fasilitator rupanya
belum terlalu memerhatikan hal ini. Keadaan tempat wisata di Kota Garut yang
kurang terawat dan sulitnya akses menuju objek wisata menjadi salah satu
penyebab menurunnya minat masyarakat domestic maupun internasional.
Bahkan
masyarakat Kabupaten Garut sendiripun banyak yang belum mengetahui apa saja
objek wisata yang ada didaerahnya sendiri dan lebih memilih untuk berkunjung ke
Kota lain ketika melakukan rekreasi. Padahal sebetulnya, banyak sekali tempat
menarik nan indah yang tentu akan memanjakan mata ketika melihatnya. Sebagai
contoh, di wilayah Garut Selatan yang paling dikenal masyarakat mungkin hanya
Pantai Santolo dan Pantai Sayang Heulang, padahal masih banyak pantai lain yang
tak kalah indah seperti Pantai Rancabuaya; Pantai Gunung Geder dan Pantai Taman
Manalusu.
Agar
pengembangan pariwisata di Garut terus meningkat, tentu diperlukan perhatian
pemerintah dan juga kesadaran dari masyarakat untuk turut merawat objek-objek wisata
di Garut agar semakin terpelihara. Dengan demikian, daya tarik masyarakat untuk
mengunjungi tempat wisata di Garut akan terus meningkat. Kita sebagai
masyarakat juga tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar Kota untuk menikmati objek
wisata yang dinilai menarik.
·
Rumusan Masalah
Agar rumusan masalah ini lebih terarah,
maka penulis membatasi masalah yang penulis bahas, masalah yang ingin penulis
bahas yaitu seputar Objek Wisata di Garut saja.
·
Tujuan
Penulisan karya tulis ini tentu memiliki
tujuan, diantaranya :
1) Mengenal
lebih lanjut tentang pariwisata di Kabupaten Garut.
2) Membangkitkan
minat masyarakat domestic dan mancanegara untuk berwisata ke Garut.
3) Melatih
diri dalam menyusun suatu masalah kedalam bentuk tulisan.
4) Mempraktekan
teori yang sudah didapat di sekolah.
5) Memenuhi
Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.
·
Metode
Dalam menuliskan karya tulis ini,
penulis telah mengumpulkan banyak informasi dari berbagai sumber seperti
internet dan buku yang telah ditelaah dan dianalisis terlebih dahulu oleh penulis
sebelum kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan.
·
Kegunaan Penulisan
Diharapkan karya tulis ini dapat berguna
bagi siswa-siswi yang belum mengetahui tentang apa saja objek wisata yang ada
di Garut dan turut peduli terhadap kondisi objek wisata tersebut.
·
Sistematika Penulisan
Dalam penyajian karya tulis ini, penulis
berusaha untuk memaparkan masalah yang penulis kemukakan dengan
sejelas-jelasnya. Untuk itu penulis telah membagi karya tulis ini menjadi
beberapa sistematika, antara lain :
-
Bab I Pendahuluan, menerangkan segala
sesuatu yang berhubungan dengan karya tulis ini diantaranya mengenai latar
belakang masalah, rumusan masalah, dan kegunaan penulisan.
-
Bab II Pembahasan, didalam bab ini
berisikan tentang beberapa Objek Wisata di Garut beserta keterangannya.
-
Bab III Penutup, yang merupakan penutup
dalam penyusunan karya tulis yang diantaranya memuat tentang hal-hal yang telah
diuraikan di muka kemudian mengenai saran-saran dan daftar pustaka.
BAB
II
Pembahasan
Berbagai Objek Wisata di Garut
1. Pantai
Taman Manalusu
Sebuah tempat yang sunyi jauh dari
hiruk pikuk kota dengan suasana alam yang indah, hamparan pasir laut, gugusan
karang yang terjal di sepanjang pantai adalah daya tarik yang ditawarkan oleh
obyek wisata Taman Laut Pantai Manalusu.
Obyek wisata ini terletak di sebelah selatan Kota Garut dengan jarak kurang lebih 96 km atau dapat ditempuh dengan waktu 4 jam perjalanan. Kegiatan yang bisa di lakukan oleh wisatawan diantaranya menikmati biota laut, berkemah dan menikmati hidangan makanan laut (Sea Food)
Untuk sampai ke pantai ini melewati jalur kota pameungpeuk-cikelet, jalannya lumayan jauh. Tapi pemandangannya luar biasa. Sungguh indah dengan semeliwir angin laut yang berhembus kencang. Namun untuk mengunjungi tempat ini, kita harus membawa kendaraan pribadi seperti mobil/motor karena belum ada kendaraan umum yang menuju tempat ini.
Pantai manalusu cukup bersih dengan pasir putih yg membentang ke barat. Suasana disini sangat sepi, belum ada banyak orang mengunjungi tempat ini. Hanya ada beberapa pengunjung yang bermain di pinggir pantai. Di bibir pantai banyak bersandar perahu nelayan. Untuk masuk ke pantai ini tidak perlu mengeluarkan biaya, karena memang gratis. Kondisi pantai ini tidak terawat, bahkan terabaikan oleh pemkab Garut. Ada sisa-sisa dari pembangunan oleh pemkab garut yg sekarang terbengkalai. Padahal pantai ini berpotensi besar untuk menjadi primadona destinasi wisata pantai selatan Garut.
2. Curug
Citiis
Curug Citiis terletak di Desa
Pasawahan, Kecamatan Tarogong dengan luas 30 m2 dan berada pada
ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Konfigurasi umum lahan pada umumnya
berbukit-bukit dengan tingkat kemiringan yang agak curam, dan stabilitas tanah
yang sedang. Penyinaran matahari rata-rata di kawasan ini dapat dibilang sedang
karena masih terdapat banyak pohon yang rindang. Pada musim kemarau debit air
Curug Citiis berkurang. Kualitas lingkungan cukup baik dengan tingkat sanitasi
yang baik dan bentang alam yang cukup indah. Pencemaran udara hampir tidak ada,
namun terdapat pencemaran air dan sampah-sampah yang ditinggalkan para
pengunjung dan penambang pasir yang bekerja di kawasan tersebut. Vandalisme
umumnya terjadi di daerah yang berbatu dan juga lokasi curug Citiis.
Sumber air curug berasal dari Gunung
Guntur yang mempunyai dua buah mata air, yaitu mata air panas yang mengalir ke
daerah Cipanas, dan mata air dingin yang mengalir ke aliran curug Citiis.
Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain hiking, tracking, menikmati
pemandangan, camping dan fotografi. Konon curug ini merupakan tempat bertemunya
para raja dari seluruh pulau Jawa. Nama Curug Citiis ini sendiri berasal dari
kata cities yang berarti air dingin karena menurut penduduk sekitar suhu air
dari air terjun ini paling dingin sewilayah Garut.
Di kawasan ini terdapat tiga buah
shelter dalam kondisi cukup baik namun terdapat sedikit vandalisme di shelter,
sebuah kios dalam kondisi yang cukup dan hanya buka pada hari Minggu. Objek
wisata ini belum memiliki fasilitas akomodasi atau tempat ibadah.
Fasilitas-fasilitas tersebut dapat dijumpai di kawasan Cipanas yang berjarak +7
km dengan menempuh waktu 2 jam, sedangkan fasilitas rumah makan hanya terdapat
di kecamatan Tarogong.
Jalan akses menuju ke Curug Citiis
memiliki lebar sekitar 4 m dan panjang sekitar 2 km, dan jalan setapak dengan
lebar 1 m dan panjang 4 km.
3. Curug
Cihanyawar
Curug Cihanyawar ini terletak di
Desa Sukamumi Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut dan berada pada ketinggian
1.000 m dpl. Daya tarik utamanya adalah air terjun dengan ketinggian 16 m.
Sumber air Curug Cihanyawar berasal dan aliran air Gunung Cipadaruun yang berasal
dari mata air Cikuray. Curug Cihanyawar berada dibawah pengelolaan PTP
Nusantara VIII dan warga Desa Sukamurni. Walaupun lokasinya berada di
perbatasan antara tanah milik PTP Nusantara VIII dan tanah milik masyarakat
Desa Sukamurni, tetapi secara legal formal kepemilikannya berada pada tangan
PTP Nusantara VIII Perkebunan Dayeuh Manggung, dan termasuk ke dalam blok
perkebunan Cipang dengan luas keseluruhan 12,57 ha. Kondisi fisik secara umum
berbukit-bukit dengan kemiringan lahan yang curam. lahan sekitar curug ini
merupakan daerah pertanian dan perkebunan palawija masyarakat setempat. Aktivitas
wisata yang dapat dilakukan di air terjun Cihanyawar antara lain tracking,
rekreasi/piknik, menikmati pemandangan dan fotografi.
Di Curug Cihanyawar belum banyak dikembangkan fasilitas pendukung kegiatan wisata, adapun fasilitas pendukung yang tersedia berupa 5 buah shelter yang terletak 50 m dari air terjun dan tempat ibadah berupa musholla dan masjid yang terletak di pemukiman penduduk. Di sekitar objek wisata ini belum tersedia fasilitas akomodasi dan makan minum, namun pengunjung dapat tinggal di Hotel Ngamplang yang terletak di Jalan Raya Tasikmalaya dengan jarak 2,5 km dari pusat Kecamatan Cilawu. Fasilitas rumah makan terdekat dari lokasi objek ini adalah Rumah Makan Megawati yang terletak di Jalan Raya Cigarangsang No. 42, Kecamatan Cilawu. |
4. Taman
Satwa Cikembulan
Kebun
Binatang ini dinamai Kebun Binatang Cikembulan, karena area kebun binatang ini
berada di Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kab. Garut. Dan Lokasi untuk
menuju area kebun binatang cikembulan cukup mudah karena sering dilalui
kendaraan roda dua maupun roda empat. Sedangkan dari jalan raya Bandung-Garut
sekitar kurang lebih 2,5 Km. Transportasi umum juga tidak begitu sulit, karena
digerbang menuju area wisata kebun binatang banyak sekali transportasi yang
bisa digunakan yaitu jasa ojek dan delman yang siap mengantar anda menuju area
Cikembulan. Kebun Binatang Cikembulan menyediakan berbagai wahana untuk
anak-anak dan dewasa, seperti naik kuda, bebek air, ATV Road dan mobil kecil
untuk anak-anak, selain untuk mengenali berbagai jenis binatang, anak-anakpun
bisa bermain diwahana kebun binatang cikembulan.
Tiket masuk ke kebun binatang Cikembulan cukup murah meriah,
dengan harga tiket yang terjangkau, kita bisa menikmati taman wisata satwa yang
ada di kebun binatang cikembulan. Taman wisata satwa Cikembulan
suasananya sangat indah, sejuk dan segar.
Taman
satwa Cikembulan, memiliki berbagai macam satwa, salah satu yang menjadi
Favorit wisatawan yaitu: Macan Tutul Jantan, saat ini Kebun Binatang Cikembulan
memiliki sekitar kurang lebih 214 Spesies, termasuk Harimau Sumatera. Selain
Kebun Binatang Cikembulan juga menyediakan pemancingan bagi pengunjung yang
suka memancing. Taman Satwa Cikembulan merupakan salah satu alternatif lain
apabila Anda merencanakan berlibur ke Garut. Terletak sekitar 16 km dari pusat
kota, atau 10 km sebelah Utara Tarogong, arah jalan menuju Bandung, tepatnya
berlokasi di Kampung Jati Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut.
BAB
III
Penutup
A. KESIMPULAN
Setelah
menyusun karya tulis ini, penulis menyimpulkan :
1. Kabupaten
Garut merupakan wilayah yang kaya akan keindahan alamnya.
2. Wilayah
Garut Selatan memiliki banyak pantai yang menakjubkan.
3. Masih
banyak Objek Wisata di Garut yang belum diketahui banyak orang.
4. Pemerintah
Daerah kurang memperhatikan sektor pariwisata di Garut.
B. SARAN
Setelah
memperhatikan isi karya tulis, penulis menyarankan :
1. Hendaknya
Pemkab Garut lebih memperhatikan pariwisata di Kabupaten Garut agar tidak ada
lagi tempat wisata berpotensi tinggi yang tidak tersentuh tangan Pemerintah
seperti Pantai Taman Manalusu.
2. Mempromosikan
objek wisata yang ada di Garut kepada masyarakat luas.
3. Pemerintah
dan masyarakat hendaknya menjaga keamanan di Kota Garut agar wisatawan yang
berkunjung dapat merasa tenang.
Daftar
Pustaka
http://www.google.com/




.jpg)
.jpg)
MAHASISWI KEBIDANAN INI DIBUNUH DAN DIRAMPOK DI KAMAR KOSTNYA
BalasHapusThe TINY TINY TINY TINY TINY TINY
BalasHapusTINY TINY TINY TINY TINY TINY microtouch titanium trim as seen on tv TINY TINY TINY TINY TINY TINY TINY TINY TINY titanium muzzle brake TINY titanium curling iron TINY TINY titanium wheels TINY TINY TINY TINY TINY TINY TINY TINY TINY TINY titanium trim as seen on tv TINY TINY TINY